{padding: 20px; margin: 10px; background:#ffffff;}

Selasa, 22 September 2026

GEJALA-GEJALA JIWA / PROSES MENTAL DALAM BELAJAR

 



Pengantar

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak hanya melakukan perilaku yang tampak dari luar. Di balik perilaku tersebut terdapat berbagai proses mental yang berlangsung dalam diri seseorang.

Ketika seorang mahasiswa membaca buku, misalnya, ia tidak sekadar melihat tulisan. Ia mengamati, memberikan tanggapan, memusatkan perhatian, menggunakan ingatan, kemudian berpikir dan memahami informasi. Kemampuan tersebut juga berkaitan dengan intelegensi.

Dalam proses belajar mengajar, pemahaman terhadap proses mental penting agar pendidik tidak hanya melihat hasil belajar, tetapi juga memahami bagaimana peserta didik menerima, mengolah, menyimpan, dan menggunakan informasi.


1. Pengamatan

Apa itu pengamatan?

Pengamatan adalah proses ketika seseorang menerima dan mengenali informasi melalui alat inderanya terhadap suatu objek atau peristiwa.

Pengamatan melibatkan indera seperti:

  • 👁️ penglihatan
  • 👂 pendengaran
  • 👃 penciuman
  • 👅 pengecapan
  • ✋ perabaan

Contoh dalam pembelajaran

Ketika guru menunjukkan gambar peta kepada siswa, siswa menggunakan indera penglihatan untuk memperhatikan bentuk, warna, dan simbol pada peta.

Mengapa penting?

Pengamatan menjadi salah satu pintu awal masuknya informasi dalam proses belajar.

Apa yang diamati akan memengaruhi apa yang kemudian dipahami.


2. Tanggapan

Apa itu tanggapan?

Tanggapan adalah gambaran atau kesan yang muncul dalam diri seseorang setelah memperoleh pengalaman atau melakukan pengamatan terhadap sesuatu.

Tanggapan dapat berupa:

  • gambaran mental,
  • kesan,
  • pemahaman awal,
  • atau reaksi terhadap pengalaman.

Contoh

Setelah melihat video tentang bencana alam, seorang siswa memiliki gambaran tentang bagaimana terjadinya banjir.

Dalam pembelajaran

Guru perlu memberikan pengalaman belajar yang bermakna agar peserta didik memperoleh tanggapan yang tepat terhadap materi.


3. Fantasi

Apa itu fantasi?

Fantasi adalah kemampuan mental seseorang untuk membentuk atau membayangkan sesuatu dalam pikirannya, termasuk sesuatu yang belum atau tidak sedang dialami secara langsung.

Fantasi dapat membantu seseorang:

  • membayangkan suatu keadaan,
  • menciptakan gagasan,
  • menghasilkan karya,
  • menemukan kemungkinan baru.

Contoh dalam pembelajaran

Guru meminta siswa:

“Bayangkan jika kamu hidup di zaman kerajaan Majapahit. Bagaimana kehidupanmu?”

Siswa menggunakan fantasi untuk membangun gambaran berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.

Dalam pembelajaran

Fantasi dapat mendukung imajinasi dan kreativitas, terutama dalam pembelajaran cerita, seni, sastra, sejarah, dan pemecahan masalah.


4. Perhatian

Apa itu perhatian?

Perhatian adalah pemusatan aktivitas mental terhadap objek, informasi, atau kegiatan tertentu.

Dalam belajar, perhatian sangat penting karena peserta didik tidak dapat memproses seluruh informasi yang ada di lingkungan secara bersamaan.

Contoh

Ketika guru menjelaskan materi, mahasiswa:

📱 mengabaikan notifikasi HP
👀 melihat ke arah dosen
👂 mendengarkan penjelasan
🧠 memusatkan pikiran pada materi

Faktor yang dapat memengaruhi perhatian

  • minat,
  • motivasi,
  • kondisi fisik,
  • suasana lingkungan,
  • kebaruan materi,
  • relevansi materi.

Perhatian adalah pintu masuk menuju proses belajar yang lebih mendalam.


5. Ingatan

Apa itu ingatan?

Ingatan adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menyimpan, dan memunculkan kembali informasi atau pengalaman.

Secara sederhana:

MENERIMA

MENYIMPAN

MENGINGAT KEMBALI

Contoh

Mahasiswa mempelajari teori hari ini dan beberapa hari kemudian masih mampu menjelaskan teori tersebut.

Dalam pembelajaran

Ingatan dapat diperkuat melalui:

  • pengulangan,
  • menghubungkan materi dengan pengalaman,
  • membuat rangkuman,
  • latihan,
  • diskusi,
  • penerapan konsep.

Belajar bukan hanya menerima informasi, tetapi juga mampu mengingat dan menggunakannya kembali.


6. Berpikir

Apa itu berpikir?

Berpikir adalah proses mental untuk mengolah informasi sehingga seseorang dapat memahami, menghubungkan, memecahkan masalah, mengambil keputusan, atau menghasilkan gagasan.

Berpikir dapat digunakan untuk:

🧩 memecahkan masalah
🔗 menghubungkan informasi
🔎 menganalisis
💡 menghasilkan ide
⚖️ mengambil keputusan

Contoh

Guru memberikan masalah:

“Mengapa seorang siswa yang rajin belajar belum tentu mendapatkan nilai tinggi?”

Mahasiswa tidak cukup menghafal jawaban. Ia perlu menganalisis berbagai kemungkinan.


7. Intelegensi

Apa itu intelegensi?

Intelegensi berkaitan dengan kemampuan individu dalam menggunakan proses mental untuk belajar, memahami, memecahkan masalah, menyesuaikan diri, dan menghadapi situasi baru.

Intelegensi tidak sebaiknya dipahami hanya sebagai:

“Siapa yang nilainya paling tinggi?”

Karena kemampuan manusia memiliki berbagai bentuk dan setiap peserta didik memiliki karakteristik serta kekuatan yang berbeda.

Dalam pembelajaran

Guru perlu menyadari adanya perbedaan kemampuan individu.

Ada siswa yang cepat memahami melalui:

📖 membaca
🎧 mendengar
👀 melihat
👐 praktik
💬 berdiskusi

Tugas pendidik bukan membandingkan setiap anak, tetapi membantu setiap anak berkembang sesuai potensinya.


🧠 HUBUNGAN ANTARPROSES MENTAL

Proses-proses mental tersebut tidak berdiri sendiri.

Contohnya:

👀 PENGAMATAN

Siswa melihat gambar

🎯 PERHATIAN

Siswa memusatkan perhatian

🧠 TANGGAPAN

Muncul kesan/gambaran

💾 INGATAN

Informasi tersimpan

💭 BERPIKIR

Informasi diolah

💡 PEMAHAMAN / PEMECAHAN MASALAH

Dalam prosesnya, fantasi dan intelegensi juga dapat berperan sesuai aktivitas belajar yang dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung.