A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital menjadi salah satu isu kontemporer yang sangat berpengaruh dalam kehidupan anak usia dini. Kehadiran gawai, internet, aplikasi edukatif, dan media sosial keluarga telah mengubah cara anak berinteraksi, bermain, belajar, dan mengekspresikan emosi. Digitalisasi membawa peluang sekaligus tantangan dalam pengembangan sosial emosional (SE) anak usia dini, sehingga perlu dianalisis secara kritis oleh pendidik dan calon guru PAUD/PGMI agar penggunaannya tetap selaras dengan tujuan perkembangan anak.
B. Digitalisasi dalam Kehidupan Anak Usia Dini
Digitalisasi pada anak usia dini meliputi penggunaan:
-
Gadget (smartphone, tablet, televisi digital),
-
Aplikasi permainan dan pembelajaran digital,
-
Media audio-visual dan konten daring,
-
Platform komunikasi yang digunakan orang tua di rumah.
Dalam konteks pendidikan, teknologi digital sering dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kualitas interaksi sosial dan kematangan emosi anak.
C. Dampak Digitalisasi terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak
1. Dampak Positif
Digitalisasi dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan sosial emosional anak, antara lain:
-
Meningkatkan pengenalan emosi, melalui cerita digital, animasi, dan video edukatif yang menampilkan ekspresi perasaan.
-
Mengembangkan empati dan kerjasama, jika anak terlibat dalam permainan digital yang bersifat kolaboratif dan didampingi oleh orang dewasa.
-
Melatih regulasi emosi, misalnya anak belajar menunggu giliran, mengikuti aturan permainan, dan mengelola rasa kecewa saat kalah.
-
Meningkatkan kepercayaan diri, ketika anak berhasil menyelesaikan tugas atau tantangan dalam aplikasi edukatif.
2. Dampak Negatif
Di sisi lain, digitalisasi juga memiliki potensi risiko terhadap perkembangan sosial emosional anak, seperti:
-
Menurunnya interaksi sosial langsung, anak menjadi lebih pasif dan kurang terlatih berkomunikasi secara tatap muka.
-
Kesulitan mengelola emosi, anak cenderung mudah marah, frustrasi, atau tantrum ketika penggunaan gawai dibatasi.
-
Menurunnya empati dan kepedulian sosial, akibat minimnya pengalaman bermain sosial di dunia nyata.
-
Ketergantungan pada gawai, yang berdampak pada kurangnya kemampuan self-control dan disiplin diri.
D. Analisis Isu Digitalisasi dalam Perspektif Pengembangan Sosial Emosional
Dalam mata kuliah Metode Pengembangan Sosial Emosional AUD, digitalisasi perlu dipandang sebagai alat, bukan pengganti interaksi sosial. Perkembangan sosial emosional anak usia dini tetap membutuhkan:
-
Keteladanan dari orang dewasa,
-
Interaksi nyata dengan teman sebaya,
-
Bermain kooperatif dan pengalaman sosial langsung,
-
Pendampingan dan pengawasan dalam penggunaan teknologi.
Pendidik dituntut mampu menganalisis kapan dan bagaimana teknologi digital digunakan secara tepat, sesuai tahap perkembangan anak dan tujuan pembelajaran sosial emosional.
E. Peran Pendidik dan Orang Tua
Untuk merespons isu digitalisasi, pendidik dan orang tua memiliki peran strategis, yaitu:
-
Membatasi durasi dan memilih konten digital yang ramah anak.
-
Mengintegrasikan teknologi sebagai media pendukung pembelajaran sosial emosional, bukan sebagai aktivitas utama.
-
Mendorong interaksi sosial langsung melalui bermain kelompok dan kegiatan kolaboratif.
-
Memberikan pendampingan dan dialog emosional agar anak mampu memahami dan mengekspresikan perasaannya secara sehat.
F. Penutup
Digitalisasi merupakan isu kontemporer yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan anak usia dini. Tantangan utama dalam pengembangan sosial emosional adalah menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pengalaman sosial nyata. Melalui analisis yang tepat dan penerapan metode pengembangan sosial emosional yang sesuai, digitalisasi dapat menjadi sarana pendukung perkembangan anak, bukan penghambat. Oleh karena itu, calon pendidik perlu memiliki sikap kritis, bijak, dan reflektif dalam menyikapi era digital demi tumbuh kembang sosial emosional anak yang optimal.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung.